Prabowo menuturkan kinerja Pupuk Indonesia yang mencatatkan kenaikan laba bersih hingga sekitar 253% terjadi bersamaan dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% dan meningkatkan volume ketersediaan pupuk bagi petani. Penurunan harga tersebut terjadi pertama kali dalam sejarah.

"Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," ucapnya.

Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Ia juga menilai Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman El Nino yang diperkirakan dapat berdampak signifikan terhadap sektor pangan.

"Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20%. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Sebagai catatan, Pupuk Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp 59,67 triliun, tumbuh 51% dengan peningkatan EBITDA sebesar 140% menjadi Rp14,28 triliun, seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional yang sejalan dengan upaya transformasi dan bisnis perusahaan.

Adapun kinerja ini merupakan hasil dari penerapan operational excellence dan cost leadership yang disiplin, di bawah supervisi Danantara.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan efisiensi operasional dan disiplin biaya yang dijalankan secara konsisten sesuai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan atau tanpa momentum siklus harga komoditas.

"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad dikutip dari website Pupuk Indonesia, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, penguatan kinerja keuangan tersebut juga memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk mempercepat investasi dalam revitalisasi industri pupuk nasional. Melalui proyek modernisasi fasilitas tersebut, Pupuk Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Sehingga, keberlanjutan pasokan terjaga dan pupuk dapat tersedia dengan harga yang tetap terjangkau bagi petani.