Sebagai bagian dari upaya memperkuat fokus pada bisnis inti, JAPFA juga telah menyelesaikan divestasi 100% kepemilikan saham PT Vaksindo Satwa Nusantara pada 29 September 2026.
Langkah tersebut menghasilkan penerimaan kas sekitar Rp1,81 triliun sebelum pajak. Ditambah dividen yang telah diumumkan sebelum penjualan, total penerimaan kas grup mencapai sekitar Rp2,81 triliun sebelum pajak.
Dana yang diperoleh dari transaksi tersebut akan mendukung pembiayaan kembali ke bisnis inti, termasuk kebutuhan belanja modal, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank.
Keputusan itu juga memungkinkan Perseroan memusatkan perhatian manajemen dan sumber daya pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pertumbuhan jangka panjang.
Di sisi operasional, kesinambungan pasokan vaksin bagi peternakan JAPFA tetap terjaga dengan persyaratan yang secara substansial sama, sehingga mendukung keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan.
Selain memperkuat kinerja keuangan, JAPFA terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasionalnya. Pada 2025, Perseroan berhasil mencapai inisiatif Zero Coal lebih cepat dari target awal 2040.
Inisiatif tersebut, bersama pemanfaatan energi yang lebih bersih, energi baru dan terbarukan, serta program manajemen energi, berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca Cakupan 1 sebesar 3.079 ton CO₂ ekuivalen dibandingkan 2024.