Perusahaan juga mencatat peningkatan volume air daur ulang sebesar 94% dan pemanenan air hujan sebesar 227% dibandingkan 2023.
Pada periode yang sama, volume limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) berhasil diturunkan sebesar 63%, mencerminkan upaya berkelanjutan JAPFA dalam meningkatkan efisiensi sumber daya dan memperkuat pengelolaan lingkungan.
Komitmen terhadap keberlanjutan turut diwujudkan melalui program JAPFA for Kids, yang sejak 2008 hingga 2025 telah menjangkau 201.056 siswa di 1.214 sekolah yang tersebar di 105 kabupaten/kota.
Melalui edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya konsumsi protein hewani, program tersebut berupaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak Indonesia.
"Menghadapi Semester II-2026, kami tetap mencermati berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian global, fluktuasi harga bahan baku, biaya pakan, serta risiko kelebihan pasokan di industri perunggasan. Kami akan terus mengedepankan efisiensi, memperkuat ketahanan operasional, dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan modal dan investasi," kata Leo.
"Dengan fundamental bisnis yang kuat dan strategi yang terarah, JAPFA berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang sehat serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," lanjutnya.