"Jadi udah paling atas, itu kayak panas banget. Angin itu angin panas dan emm bener-bener di sana bisanya nyampe 45 (derajat Celsius), bisa nyampe 48 kayak gitu. Malam aja itu 31, 32 itu udah biasa kayak gitu. Mungkin eh struggle-nya di situ. Kayak pintar-pintar kita, biar nggak kepanasan tuh seperti apa kayak gitu," ujarnya.

Bagi Diah, kuliah S2 di India cukup direkomendasikan. Terlebih jika bisa mendapatkan beasiswa penuh sepertinya.

Diah mendapatkan beasiswa dari Pemerintah India bernama Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Scholarship. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah, pendidikan, dan tunjangan hidup per bulan.

"Kalau ditanya rekomendasi enggak kalau kuliah di India, mungkin aku bisa jawab kalau menurutku rekomendasi sih. Apalagi buat teman-teman yang masih muda, kayak buat cari pengalaman, eh, bisa banget kalau mau kuliah di India. Apalagi lewat jalur beasiswa ya kayak ICCR," terang lulusan S1 Ilmu Sejarah UNY tersebut.

Menurut Diah, dengan beasiswa, mahasiswa tidak perlu memikirkan beban biaya kuliah. Selain itu, bertemu mahasiswa dari berbagai negara juga akan menambah pengalaman hidup.

"Terus kita bisa juga dapat networking, kita dapat teman, dapat eh keluarga baru di sana dari berbagai negara. Terus nanti jelas skill bahasa kita, bahasa Inggris tuh terasah. Terus, banyaklah pokoknya. Kayak kalau menurutku kalau buat teman-teman yang mau cari pengalaman itu rekomendasi sih," tutur Diah.