Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Kisah Guru Ngaji Mengungsi ke Gereja Katolik Saat Gempa M 7,7 di Nagekeo NTT
Suriati tak kuasa menahan haru saat mengisahkan momen dirinya mengungsi ke sebuah gereja Katolik di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Guru ngaj
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Senin, 7 September 2026 pukul 04:43 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Selama masa pengungsian, Suriati dan ratusan warga lainnya mendapatkan makanan-minuman tiga kali sehari dari Paroki Yesus Karahiman Ilahi Aeramo. Bahkan, para pengungsi dan umat gereja tersebut juga sempat memasak hingga makan bersama-sama.
"Saya sangat rasakan toleransi dan gotong-royong, terutama saat masak-memasak. Romo dan suster tidak membedakan kami saat makan itu," ujar Suriati.
"Saat mau makan, anak kecil hingga orang tua dipanggil oleh romo dan suster. Kami makan ramai-ramai. Rasanya seperti keluarga," imbuh perempuan berusia 28 tahun itu.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.