NADIKABAR.COM — Menjadi seorang juru parkir harian dengan penghasilan pas-pasan membuat Windu Hadianto (41) sempat berniat merelakan masa depan pendidikan anak-anaknya, sebelum akhirnya terbantu oleh kehadiran program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Warga asal Gabus, Bekasi Utara tersebut sehari-hari mencari nafkah sebagai juru parkir di kawasan Cabe Ijo dengan penghasilan berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari. Dengan tanggungan empat orang anak, penghasilan tersebut membuat keluarganya kerap hidup keteteran dan kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan.
"Sebelumnya saya kelimpungan. Buat sehari-hari saja banyak kurangnya. Niatnya malah mau nyerah, paling anak cukup lulus SD saja, karena enggak ketemu biayanya," kata Windu yang ditemui saat menjenguk anak-anaknya di SRT 1 Kabupaten Bekasi, Minggu.
Titik balik kehidupan keluarganya bermula ketika seorang penyuluh atau pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mendatangi Posyandu setempat dan menawarkan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berkat informasi tersebut, Windu menawarkan kesempatan itu kepada anak-anaknya dan disambut dengan antusias.
Melalui program tersebut, tiga dari empat anak Windu kini berhasil mengenyam pendidikan gratis dengan fasilitas asrama penuh di SRT 1 Bekasi.