Sementara itu, Desi Winda Narni (13), putri sulung dari tiga bersaudara yang bersekolah di tempat tersebut, menceritakan berbagai pengalaman barunya selama menjalani kehidupan asrama di SRT 1 Bekasi.
Selain mendapatkan gemblengan kedisiplinan dan latihan fisik seperti peraturan baris-berbaris (PBB) dari mahasiswa kadet Kementerian Pertahanan, ia juga dilatih kemandirian mengurus diri sendiri oleh para wali asrama yang mendampingi mereka selama 24 jam.
"Kegiatannya paling bersih-bersih, terus cuci seragam dan sepatu sendiri. Nyuci baju sendiri kadang capek, tapi seru juga jadi ada waktu luang buat berpikir sambil mencuci," tutur Desi.
Di bidang akademik, Desi mengaku paling menyukai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta antusias mengikuti pembelajaran teknologi, termasuk pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (coding and artificial intelligence) menggunakan laptop yang disediakan pihak sekolah.
"Tidak boleh bawa (ponsel). Kalau mau belajar kami pakai laptop, di kasih, ya. Gak boleh bawa ke kamar juga kecuali ada tugas (pekerjaan rumah/PR). Saya suka, senang sekali, banyak teman di sini," kata Desi, yang bercita-cita jadi prajurit TNI itu.