Ketiga anak tersebut masing-masing adalah Desi Winda Narni (13) yang duduk di bangku kelas 7 SMP, Muhammad Rizky Langit Ramadan (11) kelas 5 SD, serta Nadia Muharam Lestari (6) yang baru memasuki usia SD. Kakak beradik itu semua bersekolah satu lokasi di SRT 1 yang memang sudah dibangun permanen untuk siswa SD, SMP dan SMA.
Windu mengaku beban ekonominya kini terasa jauh berkurang dan hatinya jauh lebih lega setelah anak-anaknya mendapatkan jaminan pendidikan, tempat tinggal, serta kebutuhan harian yang ditanggung penuh oleh negara.
Bahkan, hanya untuk menjenguk anaknya di asrama Sekolah Rakyat ini, dia mesti menabung beberapa hari dari hasil parkir untuk menyewa sebuah sepeda motor.
"Saya gak ada motor. Motor ini sewa, karena baru ada duitnya saya sewa untuk ke sini sekalian ngasih sendal anak saya. Dia mengadu melalui wali asrama sendalnya hilang. Ya, Alhamdulillah plong bener saya, lega banget. Dibawa tiga-tiganya. Saya enggak muluk-muluk, sampai sekolah SMA saja sudah senang banget saya," kata Windu didampingi istrinya di gerbang utama sekolah.
Selain meringankan beban ekonomi keluarga, Windu juga melihat perubahan positif pada diri anak-anaknya setelah tinggal di asrama. Menurutnya, anak-anaknya kini menjadi lebih disiplin, mandiri, serta tidak lagi tertutup karena terbiasa berinteraksi dan bergaul dengan banyak teman dari berbagai daerah.