NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan riset, pemetaan, hingga penempatan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan dalam menjaga situs-situs maritim bawah laut Indonesia. Perlindungan terhadap warisan maritim bawah laut dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem yang berkontribusi terhadap pengurangan dampak perubahan iklim serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Kekayaan laut kita tidak sebatas sumber daya alam, termasuk juga warisan-warisan bawah laut yang selama ini menjadi rumah bagi berbagai macam biota. Di beberapa daerah, bahkan, warisan bawah laut dikelola dengan baik menjadi destinasi wisata," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10).
Untuk itu, Trenggono mendukung penuh pelaksanaan The 6th Asia-Pacific Conference on Maritime and Underwater Cultural Heritage (APCONF6) yang berlangsung di Denpasar, Bali, pada 26-31 Oktober 2026. Mengangkat tema 'Traditions and Trajectories: Maritime Heritage and Blue Economies in Asia-Pacific', kegiatan tersebut diselenggarakan KKP dengan dukungan para mitra dari dalam dan luar negeri.
Peserta kegiatan meliputi peneliti, akademisi, pemerintah, komunitas pesisir, masyarakat adat, organisasi internasional, pelaku usaha, serta investor. "Forum ini harus benar-benar menjadi ruang pertukaran pengetahuan, penguatan kolaborasi, dan dialog kebijakan untuk menghubungkan pelestarian warisan maritim dengan pembangunan ekonomi biru," ungkap Trenggono.