Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano mengatakan bahwa Situs USAT Liberty, yakni bangkai kapal kargo milik Angkatan Darat Amerika Serikat yang berada di dasar laut Tulamben, Bali, menjadi contoh bagaimana warisan bawah laut dapat mendukung habitat biota sekaligus wisata bahari. Hal ini membuktikan bahwa kapal karam merupakan jejak peradaban yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan laut dan penghidupan masyarakat.

"Dalam menghadapi perubahan iklim, pencemaran, dan kerusakan habitat, penguatan riset, pemetaan, serta pemantauan situs dengan menempatkan masyarakat pesisir sebagai pelaku utama pelestarian merupakan kunci penting," kata Irwan Meilano.

Kearifan lokal seperti sasi, Panglima Laot, dan awig-awig, menurutnya, menjadi contoh landasan pengelolaan laut yang bertanggung jawab dan harus terus dirawat. Dalam menjaga ekosistem laut, KKP mengedepankan kebijakan ekonomi biru yang memadukan pendekatan berbasis lingkungan dan ekonomi.