NADIKABAR.COM — KMP Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Insiden ini terjadi usai kapal menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin.
KMP Virgo merupakan kapal yang memiliki historis panjang di dunia pelayaran. Berdasarkan data MarineTraffic, Senin (14/9/2026), kapal tersebut sudah puluhan tahun beroperasi di Jepang sebelum akhirnya berlayar di laut Indonesia.
Virgo Transport 8 merupakan kapal penumpang yang dibangun pada 1987. Jika dihitung hingga 2026, kapal tersebut telah berusia sekitar 39 tahun. Kapal ini dibangun oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard, galangan kapal yang berada di Imabari, Jepang.
Berdasarkan data yang tersedia, kapal itu masih tercatat melayani rute Kokura-Matsuyama hingga 30 Juni 2025 dengan nama layanan Ferry Kurushima. Setelah masa operasionalnya di Jepang berakhir, kapal tersebut kemudian berpindah ke Indonesia pada 2026.
Kapal selanjutnya mulai beroperasi dengan nama Virgo Transport 8 pada Juli 2026. Sejak itu, kapal tersebut melayani perjalanan pulang-pergi dengan rute Surabaya-Banjarmasin.
Di Indonesia, kapal tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping (VKS). Perusahaan pelayaran yang berkantor di Jalan Perak Barat, Surabaya, Jawa Timur.
Dikonfirmasi terpisah soal kapal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai (DPP Gapasdap) Khoiri Soetomo mengakui sempat mendengar kabar soal KMP Virgo Transport 8 memang merupakan kapal bekas.
"Namun, riwayat lengkap kepemilikan, perubahan nama, modifikasi, dan proses masuknya ke Indonesia tetap perlu dikonfirmasi melalui dokumen registrasi resmi kapal," ujar Khoiri saat dihubungi NadiKabar.com.
Di sisi lain, dalam industri pelayaran, penggunaan kapal bekas atau pre-owned vessel merupakan praktik yang umum dan wajar. Praktik itu, kata Khoiri, dilakukan baik di Indonesia maupun di berbagai negara.
"Kapal memang dirancang memiliki umur operasional yang panjang. Karena itu, ukuran keselamatan tidak semata-mata apakah kapalnya baru atau bekas, melainkan apakah kondisi aktual kapal masih laik laut, dirawat dengan baik, serta memenuhi seluruh ketentuan keselamatan," ujar Khoiri.