Tahun lalu, FBI menyatakan Korut bertanggung jawab atas pencurian USD 1,5 miliar di bursa Bybit. Usai insiden tersebut, FBI menyebut TraderTraitor bergerak cepat untuk mencuci dan menyebarkan aset curian, mengonversinya menjadi Bitcoin dan aset digital lainnya dengan tujuan mencairkannya jadi uang tunai.
Menurut berbagai laporan, Korut mengembangkan operasi sibernya secara sistematis, merekrut mahasiswa paling berprestasi dari berbagai universitas dan menyalurkan mereka ke kelompok hacker yang diawasi badan intelijen.
Berdasarkan analisis sejumlah grup teknologi, beberapa operasi perang siber ini bahkan dilakukan tepat di seberang perbatasan negara tersebut, yakni di China. Sebagian besar aktivitas peretasan berfokus pada keuntungan finansial.
Dalam aksi pencurian terbaru ini, agen-agen Korea Utara dituduh menggunakan otorisasi khusus untuk mengubah hot wallet (dompet digital yang terhubung ke internet) milik Binance menjadi sistem yang secara otomatis memindahkan dana ke pihak penyerang.