Dikutip NadiKabar dari BBC, TRM menyatakan pelaku kemungkinan besar berhasil meretas masuk ke sistem otorisasi hot wallet Binance sebagai bagian dari skema tersebut.

Sebelumnya, Binance mengira laptop seorang insinyur diretas, sehingga memungkinkan penarikan dana tanpa izin. Belakangan mereka mengakui skala serangan lebih luas. Menurut Binance, sekitar 80% aset yang dicuri berhasil diamankan, sisanya masih belum terlacak.

Jika tuduhan ini benar, pencurian yang memecahkan rekor ini menunjukkan betapa kuatnya para hacker Korut saat ini.

Ahli menyebut kemajuan AI juga memberi cara baru bagi para hacker untuk beraksi, baik melalui otomatisasi maupun metode lain. Dalam kasus ini, masuk akal jika AI digunakan untuk menyusup ke sistem Binance.