NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai jawaban yang dihasilkan chatbot kecerdasan buatan (AI). Pengguna diminta memeriksa ulang informasi melalui sumber tepercaya untuk memastikan kebenarannya.

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli J. Indarto, mengatakan AI memiliki berbagai manfaat untuk membantu masyarakat mencari informasi, belajar, hingga bekerja. Namun, jawaban yang dihasilkan teknologi tersebut tetap memiliki keterbatasan.

Disampaikan Marroli, chatbot AI menghasilkan jawaban berdasarkan pola yang masuk ke dalam sistem dan model bahasanya. Karena itu, jawaban yang disampaikan tidak selalu mencerminkan kebenaran.

"AI juga menghasilkan jawaban itu juga berdasarkan pola. Pola yang masuk ke dalam sistem AI, chatbotnya tentunya, dan di dalam sistem bahasanya mereka," kata Marroli di acara Ngopi Komdigi, Jakarta, Kamis (29/10/2026).