"Setelah dicepuin AI, sekarang AI nya pun dibungkam. Sebenernya KOMDIGI ini kerja nya bisa cepet lohh, tapi ya begitu deh," cuit salah satu warganet di Threads.
Berdasarkan pantauan NadiKabar.com, Meta AI masih dapat menjawab pertanyaan terkait Komdigi. Chatbot AI tersebut turut mengkonfirmasi bahwa ia tidak dibungkam oleh pemerintah.
"Enggak, enggak dibungkam," kata Meta AI.
Lebih lanjut, Komdigi kembali menegaskan tidak pernah meminta platform untuk menurunkan maupun membatasi konten. Hal ini terkait isu dugaan pembatasan informasi kebakaran hutan dan lahan di media sosial.
"Informasi mengenai karhutla yang disampaikan masyarakat itu sangat penting sebagai masukan bagi pemerintah dalam mendukung upaya penanganan di lapangan," ujar Mediodecci.
Lebih lanjut, Komdigi turut meminta platform digital untuk meningkatkan transparansi penggunaan AI serta pengelolaan algoritma. Hal ini dilakukan supaya masyarakat dapat mengetahui bagaimana informasi dibuat, ditampilkan, dan didistribusikan di ruang digital.
Mediodecci menyoroti pentingnya transparansi seiring berkembangnya teknologi AI yang mampu menghasilkan konten menyerupai opini manusia, termasuk melalui akun otomatis atau bot.
Ia menilai masyarakat berisiko kesulitan membedakan percakapan autentik dengan konten yang dibuat atau disebarkan secara otomatis, tanpa informasi yang memadai.
Komdigi turut menekankan pentingnya pelabelan konten buatan AI, kejelasan alasan moderasi atau pembatasan konten serta tersedianya mekanisme pengaduan dan banding yang mudah diakses pengguna. Langkah ini diperlukan untuk menjaga hak masyarakat dalam memperoleh informasi, menyampaikan pendapat serta menentukan informasi yang ingin diakses.