NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut perekonomian Indonesia kini menduduki peringkat ketujuh terbesar di dunia.
Mengulang apa yang sudah diutarakan Prabowo, Airlangga mengungkap pencapaian tersebut merujuk pada indikator paritas daya beli atau Purchasing Power Parity (PPP) yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
Ia membedakan tolok ukur tersebut dengan penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal berbasis dolar AS, di mana peringkat ekonomi Indonesia di G20 saat ini berada di urutan ke-16 atau ke-17.
"Kalau kita berdasarkan purchasing power parity memang sekitar nomor tujuh. Kalau berbasis kepada US Dollar GDP G20, kita kan nomor 16, nomor 17," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).