"Mereka (pemimpin Prancis-red) tidak bersiap tepat waktu, mereka justru menyerah begitu saja. Mereka tunduk pada invasi ekstremis Islam," kata Netanyahu dalam wawancara tersebut, dengan komentarnya diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis.

Saat ditanya lebih lanjut soal saran apa yang akan dia berikan kepada Prancis, Netanyahu menjawab: "Lawan balik, jangan menerapkan kebijakan kompromi -- lawanlah para ekstremis tersebut."

Dia menambahkan bahwa dirinya sempat memberikan wanti-wanti secara khusus kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron, usai serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

"Jika kita tidak melenyapkan mereka di sini, mereka akan muncul di Prancis -- dan itulah yang kini benar-benar terjadi," ucap Netanyahu, tanpa menyertakan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya tersebut.

Prancis merupakan salah satu dari sejumlah negara Eropa yang telah mengakui negara Palestina tahun lalu, sebuah langkah yang memicu kemarahan Israel.