Komentar provokatif semacam itu pernah dilontarkan Netanyahu pada Agustus lalu, ketika mengkritik sikap Inggris yang kini keras terhadap Israel. Pada saat itu, Netanyahu mengejek Inggris sebagai "Republik Islam", yang langsung memicu kecaman otoritas London yang menyebut komentar itu "sama sekali tidak dapat diterima".

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga melontarkan pernyataan kontroversial saat mengomentari demo rusuh di Prancis. Dia menyalahkan imigrasi sebagai pemicu demo rusuh itu, dan memperingatkan bahwa Paris, ibu kota Prancis, akan menjadi "kota Muslim", jika Presiden Emmanuel Macron tidak menutup perbatasan.

"Sudah sejak lama saya katakan kepadanya (Macron-red), Anda membuat kesalahan besar di Prancis. Anda membiarkan siapa pun dari seluruh dunia masuk. Seluruh dunia berdatangan masuk," ucapnya.

"Dan, seperti yang Anda tahu, Paris akan segera menjadi kota Muslim," sebut Trump.

"Saya mengatakan kepada Emmanuel (Macron), Anda harus menutup perbatasan Anda," ujarnya.