"Kami nggak melihat, apakah melihat tentang Ibu SW-nya atau Bapak RO-nya. Kami melihat ada anak yang tersakiti," ujarnya.

Agustinus juga menjelaskan, pihaknya langsung mengunjungi anak yang menjadi perhatian dalam persoalan tersebut sehari setelah menerima laporan. Komnas PA juga melakukan asesmen dengan melibatkan tenaga ahli psikologi untuk mengetahui kondisi anak.

"Karena kami duga selama berbulan-bulan kasusnya selalu di-up di media, siapa yang mikirin anaknya? Dan terbukti, satu hari setelah laporan kami langsung mengunjungi rumahnya, kemudian kami asesmen, kami bawa tenaga ahli psikolog," ungkapnya.