Penjualan armada F-35 senilai USD 4 miliar ke Arab Saudi telah disetujui pekan lalu, namun beberapa anggota Kongres AS menyuarakan kekhawatiran bahwa teknologinya bisa jatuh ke tangan China. Pasalnya, Arab Saudi menjalin kemitraan militer dengan China.

Anggota Kongres Raja Krishnamoorthi mengatakan bahwa komunitas intelijen AS telah memberikan peringatan bahwa penjualan tersebut dapat menempatkan aset paling berharga dari teknologi militer Amerika dalam jangkauan Partai Komunis China.

Para pengguna jet tempur ini antara lain Australia, Belgia, serta AS sendiri, disusul oleh negara-negara lain seperti Jepang, Kanada, dan Singapura yang juga telah memesan pesawat tersebut.

Dikutip NadiKabar dari CNBC, F-35 juga sempat digunakan oleh AS selama konflik Iran, di mana satu pesawat dilaporkan mengalami kerusakan akibat tembakan musuh.