Marles mengonfirmasi insiden itu dan mengungkap Australia membantu AS dan Lockheed Martin selaku kontraktor utama F-35, untuk menyelidiki apa yang terjadi. "Kami meninjau secara saksama segala hal yang terjadi di pihak Australia," ujarnya.
Australia memiliki 72 jet tempur F-35 dan satu dari tujuh negara di luar AS yang tergabung dalam jaringan pasokan suku cadang global bersama. Sebuah gudang di Williamtown, utara Sydney, difungsikan sebagai hub Asia-Pasifik untuk mendukung operasional pesawat-pesawat tempur tersebut.
Hal ini belum jelas. Baik Pentagon maupun otoritas Australia belum memberikan penjelasan resmi mengenai mengapa kiriman tersebut berbelok ke Hong Kong. Tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan China dalam pengalihan tersebut.
Meskipun Lockheed Martin mengelola program suku cadang global tersebut, dua sumber menyatakan ke AFP bahwa program itu dikendalikan penuh oleh militer AS. Pejabat pertahanan Australia sebelumnya telah menyatakan bahwa Canberra tidak mengontrol atau mengarahkan ekspor komponen F-35 dari gudang Williamtown.
Alex Gatopoulos, editor pertahanan Al Jazeera, menyebut sifat internasional dari program tersebut membuat logistiknya menjadi agak rumit.