"Program F-35, meskipun buatan Amerika, dipasok subkontraktor dari 11 negara. Tiga belas negara di luar AS juga menerbangkan F-35, sehingga jaringan logistik yang memasok setiap angkatan udara sangatlah luas," jelasnya dikutip NadiKabar dari AL Jazeera.
Lockheed Martin Australia menolak membahas prosedur pengiriman secara spesifik karena alasan keamanan, tapi menegaskan tiap pengiriman ditangani dengan kehati-hatian maksimal dan sesuai peraturan AS.
Insiden ini cukup serius hingga memicu penyelidikan Pentagon guna mencoba mengambil kembali komponen tersebut. Namun, Menhan Australia Marles mengecilkan kekhawatiran. "Kita tidak sedang membicarakan peralatan atau suku cadang sensitif," ungkapnya.
Kekhawatiran yang ada bersumber dari status F-35 sebagai jet tempur siluman generasi kelima yang dilengkapi lapisan antideteksi, radar canggih, sensor, dan lainnya. Lebih dari 1.200 unit diproduksi, dengan 19 negara melakukan pemesanan.
Pejabat AS lama memperingatkan ancaman spionase dari China. Januari silam, mantan pelaut Angkatan Laut AS dijatuhi hukuman penjara lebih dari 16 tahun setelah dinyatakan bersalah menjual manual teknis dan operasional kapal serta sistem angkatan laut kepada seorang perwira intelijen yang bertindak atas nama China.