Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan elektrifikasi agar dapat mendukung ketahanan energi.

Salah satu contohnya adalah konversi kompor LPG ke kompor listrik. Selain mengurangi ketergantungan terhadap LPG, kompor induksi memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan kompor LPG.

Dalam diskusi panel, CEO Climate Group Helen Clarkson, OBE, membahas permintaan energi terbarukan dari perusahaan global yang tergabung dalam RE100.

Sekitar 35% anggota RE100 beroperasi di Indonesia. Karena itu, kemampuan Indonesia menyediakan energi hijau menjadi salah satu faktor yang diperhatikan perusahaan-perusahaan tersebut untuk terus beroperasi di Indonesia.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma mengatakan kebutuhan listrik pusat data juga terus meningkat. Permintaannya naik dari 640 MW pada awal tahun ini menjadi 1,7 GW pada pertengahan 2027.

Sekitar 30% anggota IDPRO menargetkan net zero pada 2030. Sektor pusat data juga berpotensi mendukung pengadaan energi terbarukan melalui program energi surya 100 GWp.

"PLN terus memastikan kesiapan penyediaan listrik untuk menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah melalui pengembangan energi surya 100 GWp secara bertahap, yang pada fase pertama difokuskan untuk mengurangi konsumsi diesel di wilayah yang belum terintegrasi dengan jaringan listrik konvensional, melalui pengembangan PLTS atap maupun PLTS terapung," ujar Tri Hardimasyar, EVP Manajemen Aset dan Sistem Manajemen Terintegrasi PT PLN (Persero).