Adapun rincian pekerjaan peron mencakup peron jalur 6 dan 7 yang diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter, sementara peron jalur 8 yang diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter. KAI Properti juga membangun struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, dan pekerjaan terkait Listrik Aliran Atas (LAA).
KAI Properti juga meningkatkan fasilitas pendukung di area Stasiun Bogor melalui pemasangan kanopi pada peron 4 dan 5. Pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan bertahap dan bergantian untuk menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas pengguna dan perjalanan kereta api.
"Pelaksanaan pekerjaan di kawasan stasiun aktif membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang baik. Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar proses pengembangan fasilitas tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," tambah Bramantya.
KAI Properti juga melaksanakan beautifikasi bangunan heritage di Stasiun Rangkasbitung sebagai bagian dari pengembangan aset perkeretaapian terkait nilai sejarah, fungsi bangunan, serta kebutuhan mobilitas masyarakat.
Pekerjaan beautifikasi dimulai sejak Mei 2026 dengan melakukan penataan berbagai elemen bangunan, mulai dari struktur hingga arsitektur. Lingkup pekerjaan mencakup penataan elemen arsitektur bangunan heritage, perbaikan dinding, plafon, lantai, kusen, pintu, jendela, hingga elemen atap dengan tetap mempertahankan karakter bangunan.
Selain penataan elemen heritage, KAI Properti juga melakukan peningkatan fasilitas pendukung pada bangunan heritage Stasiun Rangkasbitung melalui pekerjaan instalasi elektrikal, plumbing dan sanitair, penataan pagar heritage, perbaikan saluran, pemasangan bio septic tank, serta penataan lanskap kawasan stasiun.