"Apakah Anda benar-benar ingin memberi kekuatan seperti itu lebih banyak waktu untuk belajar bagaimana berperang?" tanyanya.

Zelenskyy mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyediakan pasukan bagi Rusia melalui hubungan yang bersifat transaksional. Ia juga mengatakan negara-negara tetangga Korea Utara kemungkinan telah memperhatikan peningkatan kemampuan rudal negara tersebut.

Zelenskyy kemudian mengaitkan aktivitas Rusia dengan perkembangan di berbagai wilayah lain. Ia mengatakan banyak pihak di Kaukasus Selatan, Suriah, dan Afrika "juga sangat mengetahui siapa para pembunuh Rusia".

"Setelah semua ini, apakah Anda bahkan bisa membayangkan [Putin] tanpa perang? Dia adalah pasien nol, orang dari mana gagasan perang ini terus menyebar lebih jauh," kata Zelenskyy. "Dan di mana pun gagasan itu menyebar, yang dibawanya hanya penderitaan, ketidakstabilan, risiko-risiko baru dan tentu saja krisis baru."

Menurut Zelenskyy, semakin besar ruang yang diberikan kepada Putin untuk bertindak, semakin berbahaya dunia bagi pihak lain.

"Itulah sebabnya pasien nol harus dihentikan. Dia harus ditolak ruang untuk bertindak dan ruang untuk menyebarkan kejahatan ini lebih jauh," kata Zelenskyy.

Di luar isu konflik, para pemimpin perusahaan teknologi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) juga memperingatkan bahaya teknologi tersebut dalam forum PBB. CEO OpenAI Sam Altman mengatakan ada risiko manusia kehilangan kendali atas masa depan karena perkembangan AI berlangsung terlalu cepat.

"Risikonya adalah AI bergerak begitu cepat sehingga manusia tidak lagi dapat mengikuti apa yang terjadi atau melakukan intervensi ketika diperlukan," kata Altman.

Ia juga memperingatkan bahwa sistem AI dapat memusatkan terlalu banyak kekuasaan di tangan segelintir pihak. CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan larangan penggunaan AI untuk mengembangkan senjata biologis dan meminta adanya standar global untuk menguji model-model AI baru.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris