"Perkembangan fisik, kondisi, reaksi, dan sebagainya sudah baik. Bahkan sudah bisa berkomunikasi dengan kita juga," katanya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah, Aria Chandra, mengatakan Pemprov Jateng telah meminta penjelasan terkait insiden tersebut dan mendorong evaluasi menyeluruh.
Sebagai tindak lanjut, penyelenggara juga segera memenuhi permintaan penambahan tenaga medis dan ambulans dari sejumlah cabang olahraga.
"Artinya, kejadian ini tidak boleh terulang pada masa yang akan datang," tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya atlet pencak silat asal Kota Semarang yang dikenal berprestasi di tingkat nasional.
Arnaz menegaskan pihaknya menghormati proses pemeriksaan yang berlangsung tanpa terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. Menurutnya, evaluasi perlu mencakup kesiapan wasit, ofisial, dan tim medis dalam merespons kondisi darurat.
"Sekali lagi, ini bukan menyalahkan siapa-siapa. Wasit-wasit itu harus kita bekali lagi dengan pengetahuan tentang penanganan pertama dan safety first, agar atlet-atlet bisa aman," ujarnya.
Arnaz menekankan tanggung jawab penyelenggara tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi juga mencakup keselamatan dan masa depan atlet.