Selanjutnya, melalui keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026, BRI kembali mengumumkan rencana pelaksanaan buyback tahap II dengan nilai sebesar-besarnya Rp 1 triliun. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa buyback secara bertahap merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan ketentuan yang berlaku.
"Langkah buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Dhanny dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Dhanny menambahkan keputusan buyback turut mempertimbangkan dinamika pasar global, termasuk ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, pergerakan harga komoditas, serta arus modal yang memengaruhi volatilitas pasar keuangan Indonesia.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir triwulan II 2026, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 31,2 triliun.