"PLTS menjadi salah satu tumpuan utama karena pembangunan yang paling mudah dan cepat adalah PLTS, sesuai RUPTL 2025-2034 dan program nasional PLTS 100 GW. Harapannya dengan pengembangan pembangkit energi terbarukan, Bali nantinya dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya," papar Ajrun.
Lebih lanjut ia mengatakan upaya untuk memperkuat kemandirian energi menjadi semakin penting seiring dengan posisi Bali sebagai salah satu pusat pariwisata dan ekonomi nasional.
Keandalan listrik tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menopang hotel, restoran, pusat perdagangan, fasilitas publik, industri kreatif, hingga berbagai kegiatan ekonomi lainnya.
"Kami berharap listrik tidak digunakan hanya sebagai media penerangan, lebih jauh, listrik digunakan sebagai penggerak ekonomi mikro maupun makro, penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Ajrun.