Meski demikian, Pertamina memastikan penutupan SPBU yang nakal tidak akan mengganggu ketersediaan layanan bagi masyarakat. Pertamina memberlakukan program Kerja Sama Operasi (KSO) agar SPBU yang ditutup dapat diambil alih operasional dan pengawasannya langsung oleh Pertamina.

"Sehingga ada beberapa lembaga penyalur yang harus menerima pembinaan berupa penutupan, tapi kemudian akan kita alihkan dengan melakukan kerja sama sehingga SPBU itu under operation dari Pertamina dan pengawasannya dari Pertamina sehingga masyarakat tidak kemudian kekurangan lembaga penyalur. Justru lembaga penyalurnya kita perbaiki," beber ia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga sekaligus Direktur Utama Subholding Downstream Pertamina Mars Ega Legowo menyebutkan kelebihan konsumsi dari yang ditetapkan juga terjadi pada BBM Pertalite dan Solar.

"Dengan tren konsumsi saat ini, prognosa kami hingga akhir tahun menunjukkan potensi penyaluran di atas kuota dan tentunya data ini akan terus bergerak dan kami terus berkolaborasi dengan Kepala BPH Migas dan jajarannya," ujar Mars Ega, dihimpun dari keterangan resmi.