Di luar dominasi daya beli masyarakat dan investasi fisik tersebut, intervensi pengeluaran negara justru menorehkan lonjakan persentase yang paling agresif
Komponen konsumsi pemerintah tercatat memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,62 persen. Meski porsi sumber pertumbuhannya lebih kecil, komponen ini menorehkan tingkat pertumbuhan tertinggi yang menembus angka 8,95 persen.
Angka konsumsi pemerintah yang meningkat tersebut merupakan imbas langsung dari peningkatan realisasi belanja negara secara masif.
Hal tersebut mencakup belanja pegawai, terutama pencairan gaji dan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta lonjakan realisasi belanja barang dan jasa.
Secara khusus, tingginya alokasi belanja barang ini banyak diserahkan langsung kepada masyarakat, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).