"Teman-teman bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran itu sekitar Rp 150 triliun setahun. Jadi mesti dilihat dampaknya," sambungnya.
Selain itu, Dony menyebut hadirnya koperasi ini dapat m menjadi instrumen pemerintah untuk mengendalikan harga barang kebutuhan pokok di daerah. Jaringan Kopdes yang tersebar di seluruh desa, dinilai memungkinkan pemerintah melakukan intervensi distribusi ketika terjadi kenaikan harga.
"Dan kedua adalah untuk channel kita menekan inflasi. Kalau terjadi inflasi, orang main-mainin harga, kita punya distribution di seluruh desa. Misalkan harga beras naik, misalkan contohnya. Kita tinggal distribusikan khusus di seluruh Kopdes harga sekian, inflasi bisa kita tekan. Terutama bahan pokok ya. Nah, inilah makanya kita mesti lihat manfaatnya. Jadi lokasinya itu kan memang coverage-nya satu desa itu," terangnya.
Kemudian, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi menjadi tempat bagi masyarakat untuk menarik uang dan setor tunai. Dalam hal ini Kopdes akan menjadi agennya BRILink.