NADIKABAR.COM — Pemerintah menyiapkan Wanam, Merauke, Papua Selatan, sebagai sentra pangan Indonesia Timur. Persiapan ini dilakukan melalui pembangunan berbagai macam infrastruktur penunjang pertanian.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Nonce Saman menjelaskan salah satu langkah strategis yang dirancang adalah optimalisasi potensi Daerah Aliran Sungai (DAS) Maro dan DAS Kumbe.
Menurutnya kedua DAS tersebut berpotensi untuk dibangun bendungan sebagai sarana pengambilan air bebas. Dengan begitu fasilitas ini dapat memasok air ke lima Daerah Irigasi Rawa (DIR) utama di Merauke yakni DIR Sermayam, DIR Jagebob, DIR Tanah Miring, DIR Semangga, dan DIR Kurik.
"Kedua DAS ini punya potensi yang besar untuk dibangun dibangun bendung atau pengambilan bebas untuk mendukung kurang lebih di Merauke sendiri itu ada lima DIR," ujar Nonce saat ditemui di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Waninggap Kai, Merauke, Jumat (9/10/2026).
Jika fasilitas bendungan itu benar bisa dibangun, kedua DAS tersebut memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan air bagi lahan pertanian di Merauke dengan luas diproyeksikan mencapai 750.000 hektare.
"Rencana jangka panjang kita itu memanfaatkan DAS Maro dan DAS Kumbe. Jika itu sudah terlaksana, daerah irigasi rawa yang ada di sini yang semula bisa tanam satu kali atau dua kali, itu bisa menjadi tiga kali," jelas Nonce.
Selain itu, menurut Nonce, dalam proses perancangan desain teknis (Engineering Services Project) pemanfaatan kedua DAS tersebut sudah menyertakan rencana pinjaman dana dari Korea. Hal ini menunjukkan bagaimana proyek irigasi nasional menarik bagi investor asing.
"Secara perencanaan kami potensinya itu kurang lebih luas lahannya itu 750.000 hektar. Itu desain terakhir kami yang ada loan dari Korea. Rencana jangka panjang kita itu memanfaatkan DAS Maro dan DAS Kumbe," ungkapnya.
Nonce menambahkan proyek ini juga berpotensi mendorong program cetak sawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di pulau Papua khususnya Merauke menjadi lebih cepat.
Di mana saat ini pemerintah berhasil menambah luas lahan pertanian di kawasan paling timur Indonesia dari 30.000 hektare jadi 70.000 hektare.
"Mendukung cetak sawah rakyat yang sangat cepat sekali, sangat cepat sekali yang awalnya eksisting kami sudah 30.000, sekarang sudah berkembang bisa 70.000 hektar," ujar Nonce.