Dia mengingatkan temuan tersebut tidak boleh dilihat sebagai angka saja. Dia mengatakan temuan KPK itu menjadi alarm untuk memperbaiki sektor pendidikan.
"Kita tidak perlu melihat temuan ini semata-mata sebagai angka, tetapi sebagai alarm, signal, signal untuk melakukan perbaikan. Sebab pendidikan antikorupsi tidak boleh berhenti pada pengetahuan tentang apa yang benar dan salah. Ia harus tumbuh menjadi karakter, budaya, dan praktik di dalam keseharian. Rata-rata para koruptor itu tahu hukum," ujarnya.
Nasaruddin mengatakan korupsi besar bisa berawal dari kebiasaan kecil seperti menyontek. Dia mengatakan integritas harus dibangun sejak dini.
"Korupsi besar dapat bermula dari kebiasaan kecil, menyontek, plagiarisme, membiarkan pelanggaran, atau memilih diam ketika melihat ketidakjujuran. Karena itu, pendidikan antikorupsi harus membangun keberanian untuk berkata benar dan bertindak benar," ujarnya.