Menurutnya, penguatan basis nasabah dan peningkatan aktivitas transaksi menjadi bagian penting dalam menjaga struktur pendanaan yang sehat, terutama ketika kondisi likuiditas industri masih menghadapi tantangan.

Pertumbuhan kredit Bank Mandiri juga menjangkau berbagai sektor perekonomian. Kredit pada ekosistem Pemerintahan dan BUMN tumbuh 23,8 persen YoY menjadi Rp473 triliun, sedangkan kredit pada ekosistem bisnis penopang ekonomi meningkat 18,5 persen menjadi Rp910 triliun.

Pembiayaan tersebut mendukung berbagai kebutuhan dunia usaha, termasuk investasi, pembangunan infrastruktur, energi, ketahanan pangan, dan layanan publik.

Pada segmen usaha mikro, kredit non-subsidi Bank Mandiri mencapai Rp31,2 triliun per September 2026, tumbuh 12,9 persen YoY dan telah menjangkau 37 provinsi.

Perluasan pembiayaan ini membuka akses pendanaan bagi pelaku usaha produktif di berbagai daerah, serta memperluas kontribusi aktivitas perbankan terhadap perekonomian masyarakat.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, kualitas aset Bank Mandiri juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto secara bank only turun dari 1,03 persen pada September 2025 menjadi 0,98 persen pada September 2026.