Lebih lanjut, Kapal pangkalan terapung ini memang disiapkan untuk mendukung berbagai misi kemanusiaan di seluruh pelosok tanah air, mulai dari pengiriman bantuan logistik skala besar, evakuasi korban bencana, pelaksanaan operasi medis, hingga penanggulangan tanggap darurat di wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau.

Selain memperkuat kemampuan operasi maritim dan kemanusiaan, kehadiran KRI Sriwijaya-100 juga membawa nilai strategis yang lebih luas bagi kemandirian nasional.

Proses pemeliharaan dan modifikasi kapal ini melibatkan industri pertahanan dalam negeri, sehingga menjadi ruang akselerasi untuk memperkuat kapasitas teknologi, pengetahuan, dan kemampuan industri pertahanan nasional.

Dengan keberadaan kapal induk ini, Rico yakin pertahanan maritim dan penanganan misi kemanusiaan di Indonesia akan semakin kuat.