"Imbauan hemat tanpa penjelasan mudah mengabaikan kesulitan hidup. Komunikasi efektif menjelaskan biaya, pembayarnya, dan manfaat bila biaya itu berkurang, misalnya dana untuk jaringan listrik atau bantuan bagi rumah tangga miskin," ujar Yayan kepada NadiKabar.com, Senin (26/10).

Yayan pun menilai bauran energi yang lebih beragam dapat menurunkan impor minyak dan emisi. Namun, langkah ini harus diiringi dengan pembenahan jaringan listrik, biaya modal, dan lahan. Hemat energi dan bauran energi hijau bukanlah pilihan yang saling meniadakan, tetapi dua langkah yang harus berjalan beriringan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional mencapai 15,75 persen pada 2025, lalu naik menjadi 17,3 persen pada semester I-2026. Kenaikan terbesar masih ditopang oleh biodiesel, sedangkan PLTS baru berkontribusi 0,5 persen.

Implementasi biodiesel seperti B50 diperkirakan mampu menggantikan 302 ribu barel solar per hari pada 2026 dan memangkas impor minyak bersih sekitar 27 persen. Meskipun demikian, tingkat ketergantungan energi dari luar negeri masih tergolong besar.

Sementara itu, penghematan konsumsi minyak sebesar 5 persen diproyeksikan dapat menghindari impor sekitar 95 ribu barel per hari. Langkah penghematan ini dinilai sangat cocok mendampingi program bauran energi karena tidak memerlukan pembukaan lahan atau pembangunan jaringan baru.

Dari dalam negeri, upaya peningkatan produksi minyak mentah terus digenjot oleh PT Pertamina (Persero). Hingga akhir semester I-2026, produksi migas Pertamina Hulu Energi (PHE) mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), yang terdiri atas produksi minyak 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pencapaian tersebut didukung oleh penyelesaian pengeboran 278 sumur eksploitasi, 601 kegiatan workover, serta 13.870 kegiatan well service guna menjaga keandalan aset dan mempertahankan tingkat produksi.

PHE juga berhasil menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 2.848 kilometer persegi.

Aktivitas tersebut membuahkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE) serta tambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 24,9 MMBOE.

Pertamina turut memperkuat ketahanan energi nasional melalui program Bring Barrel Home. Strategi ini bertujuan untuk mendorong pasokan minyak mentah dari aset-aset hulu migas yang dikelola Pertamina di luar negeri agar dapat dibawa dan diolah di kilang dalam negeri.

Ujung tombak strategi tersebut dijalankan melalui PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Anak usaha Pertamina Hulu Energi di sektor hulu internasional itu saat ini mengelola lapangan minyak dan gas di 10 negara sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan minyak mentah nasional.

Sepanjang 2026, PIEP telah merealisasikan dua kali pengiriman minyak mentah dari lapangan Menzel Lejmat (MLN) Block 405a di Aljazair ke Indonesia, yakni sebanyak 1 juta barel di awal tahun dan 450 ribu barel pada Juni 2026.