NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rakhmanto Ardianto menyoroti dua hal usai KM Virgo Transport 8 terbalik di laut Jawa. Apalagi dalam satu bulan terakhir terdapat dua kecelakaan transportasi laut, sebelumnya KM Mutiara Sentosa pada awal Agustus 2026.
Wakil Ketua Forum Transportasi Laut, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rakhmanto Ardianto mengatakan bahwa dalam hal transportasi laut ada stakeholder keselamatan. Di dalamnya ada regulator (pemerintah), fasilitator (penyedia prasarana di pelabuhan atau Pelindo), operator pelayaran, dan konsumen.
"Empat bagian ini harus saling sinergi mewujudkan keselamatan. Dari regulator jelas, dia mengontrol jalannya regulasi supaya bisa berjalan sesuai dengan SOP-nya. Kemudian dari pelayaran, dia berkewajiban untuk memenuhi regulasi-regulasi," ujarnya, Senin (14/9/2026).
"Kemudian yang ketiga adalah dari pelabuhan. Saya sedikit menyoroti yang ketiga sama yang keempat," kata Rakhmanto, Senin (14/9/2026).
Rakhmanto memberikan catatan kepada fasilitas pelabuhan dan standar pengawasan muatan yang dia nilai belum seketat transportasi udara.
"Yang ketiga ini pelabuhan kan ada kejadian kemarin kebakaran (KM Mutiara Sentosa 2), walaupun sampai sekarang KNKT belum merilis penyebab kebakaran, tetapi banyak informasi beredar di luar adalah karena muatan," ujarnya.
Ia juga membandingkan sistem keamanan pelabuhan dengan bandara yang dinilainya jauh lebih steril dalam mendeteksi barang bawaan. Bahkan gunting kuku kecil pun bisa terdeteksi X-ray.
"Sementara itu tidak terjadi di angkutan laut. Ini yang sering kami sampaikan, angkutan laut ini harus steril, bisa dikontrol secara baik sama seperti bandara. Bandara barang-barang terlarang semua bisa dikontrol dengan baik, tapi di angkutan laut tidak bisa. X-ray hanya di terminal penumpang, itu pun tidak semua terminal penumpang ada," jelasnya.
"Tetapi di terminal kendaraan itu enggak ada X-ray. Sehingga kendaraan-kendaraan itu yang masuk ke kapal tidak tahu muatannya apa. Ini kan berbahaya dan suatu saat pasti akan terjadi lagi. Saya bisa memastikan itu. Kalau ini tidak dibenahi. Begitu. Tinggal nanti kapalnya siapa yang akan kejadian," tambahnya.
Kemudian dia menyoroti perilaku konsumen, bagaimana mematuhi aturan yang berlaku. Konsumen yang kerap tidak jujur mengenai muatan yang dibawa.
"Kalau misalkan ada statement terkait masalah barang berbahaya, ya harus deklarasi. "Pak, saya ngangkut ini. Saya ngangkut ini. Ini gimana?" Ya, beberapa kejadian itu ditutupi. Yang terjadi adalah sampai di kapal, tiba-tiba kendaraannya berasap," ujarnya.
Bahkan, ia menyebut KM Virgo sempat ada kebakaran pada truk di pelabukan Tanjung Perak sebelum berlayar.
"Itu sempat ada kebakaran di geladak truknya. Disemprot oleh ABK tidak bisa, kendaraan karena itu masih sandar, dikeluarkan lagi. Ini kejadian sekitar awal September kemarin. Virgo ini," pungkasnya.