Saat wawancara putaran kedua, engineer Binance tersebut diminta mengunduh repository kode yang diklaim sebagai tugas wawancara namun ternyata merupakan malware.

Pada 20 Oktober, hacker menggunakan komputer yang telah diretas dan alat AI internal untuk mengendalikan komputer engineer tersebut dan seorang developer dompet kripto lainnya di tim yang sama.

Kemudian pada 29 Oktober, hacker menggunakan komputer milik developer kedua dengan kredensial yang dicuri engineer pertama untuk mengeksekusi kode berbahaya dan meluncurkan serangan.

Serangan itu berjalan cepat, yang mengakibatkan aset kripto senilai lebih dari USD 6,3 miliar dicuri dari Binance. Serangan ini diyakini sebagai pencurian kripto terbesar yang pernah ada.