"K-SIGN ini memberikan dampak besar bagi kemakmuran rakyat NTT, khususnya Kabupaten Rote Ndao. Pesan Bapak Presiden, kalau garam ini kita produksi sendiri, maka yang menikmati hasilnya tentu kita sendiri," kata Zulhas.

Saat ini, pembangunan KSIGN telah memasuki Tahap II dengan luas 751,32 hektare, melengkapi Tahap I hingga total mencapai 1.368,25 hektare.

Selain meningkatkan pendapatan daerah dan menyerap tenaga kerja lokal, pengembangan kawasan ini didorong mampu menjadikan Rote Ndao sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.