"Berdasarkan realisasi sampai dengan Juli 2026 diusulkan volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun 2027 sebesar 8 juta metrik ton, ini sejalan dengan beberapa pembahasan yang sudah kita lakukan di Komisi XII baik di bulan Februari maupun di bulan Juli," ujar Bahlil.
Tak hanya kuota subsidi BBM dan LPG 3 kg, Bahlil mengatakan dalam RAPBN 2027 pemerintah juga sudah menetapkan usulan subsidi listrik sebesar Rp 117,84 triliun. Angka ini dihitung dengan asumsi nilai Indonesian Crude Price (ICP) US$ 75 per barel, dengan nilai tukar Rp 17.500/dolar AS, dan tingkat inflasi sebesar 2,5%.
"Jadi kalau harganya naik asumsi naiknya menjadi US$ 80 per barel ICP, maka ada kemungkinan penambahan subsidi termasuk nilai tukar. Ya kita berdoa aja mudah-mudahan nilai tukar tidak terlalu banyak terkoreksi," terangnya.