NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara langkah pemerintah mengurangi ketergantungan impor bensin. Salah satunya yakni mendorong penggunaan etanol sebagai campuran bensin yang akan dikembangkan mulai dari E20 hingga E50.

Langkah ini dilakukan menyusul implementasi B50 yang dinilai sudah bisa mengurangi impor solar.

Bahlil mengatakan, bahan baku etanol ini berasal dari jagung, singkong, hingga tebu. Ia pun meminta Bupati Karawang untuk memanfaatkan lahan yang belum produktif untuk ditanami bahan baku etanol.

"Etanol ini, Pak Bupati, bahan bakunya dari jagung, singkong, tebu. Nah, kalau di Karawang ini masih ada lahan-lahan tidur, itu bisa diarahkan untuk menanam hasil-hasil perkebunan yang berorientasi pada bahan baku etanol," ujar Bahlil saat meresmikan Kilang LPG Cilamaya di Karawang yang dipantau dari siaran YouTube Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Selain sebagai langkah mengurangi impor bensin, kegiatan ini kata Bahlil juga mampu menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

Ia pun menegaskan hasil tanam itu nantinya akan terserap. Hal ini karena Pertamina akan bertindak sebagai pembeli atau offtaker dari produksi etanol dalam negeri.

"Jadi, seluruh etanol yang akan diambil itu offtaker-nya Pertamina, karena kita akan bikin mandatory, itu juga dalam rangka strategi untuk mengurangi impor BBM kita ke negara kita," terangnya.