NADIKABAR.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menghadapi pertanyaan yang lebih mendasar daripada sekadar berapa banyak makanan yang dibagikan setiap hari.
Apakah program itu perlu masuk ke dalam kurikulum pendidikan sebagaimana usulan yang disampaikan oleh Kepala BGN?
Gagasan tersebut memiliki tujuan yang dapat dipahami, yakni mengenalkan pentingnya gizi kepada anak sejak dini. Namun, ketika pelaksanaan MBG masih menjadi sorotan karena berbagai macam permasalahan, pemerintah perlu memastikan bahwa penambahan agenda ke sekolah memang diperlukan dan memberikan dampak serta manfaat yang sepadan.
Pendidikan gizi tentu penting. Anak-anak perlu memahami tentang makanan yang dibutuhkan tubuh, khususnya untuk kebutuhan pertumbuhan serta kecerdasan, juga tentang bagaimana hubungan antara pola makan dan kesehatan, serta pentingnya kebersihan, keamanan dan kehalalan pangan.