Pembelajaran juga dapat mengangkat pangan lokal, kebiasaan makan keluarga, dan persoalan sampah makanan. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak sekadar menghafal daftar makanan sehat, tetapi memahami alasan ilmiah di baliknya.
Namun, semua itu tidak harus dikemas menjadi mata pelajaran khusus MBG. Materi gizi dapat diintegrasikan ke dalam Ilmu Pengetahuan Alam, pendidikan kesehatan, dan kegiatan pembelajaran kontekstual.
Terkait kehalalan pangan juga dapat diintegrasikan dalam Pelajaran Pendidikan Agama. Pertanyaan yang perlu dijawab pemerintah bukan apakah pendidikan gizi dibutuhkan, melainkan apakah kurikulum baru merupakan cara paling efektif untuk memperkuatnya.
Kurikulum bukan ruang promosi program