NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto memamerkan posisi perekonomian Indonesia saat ini berada di peringkat ketujuh dunia berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Prabowo menuturkan bahwa capaian tersebut membuktikan betapa kuatnya potensi ekonomi serta inovasi dari para pelaku usaha akar rumput di dalam negeri.

"Baru saja IMF keluarkan daftar urutan ekonomi terbesar dunia dari PPP (purchasing power parity), berarti kemampuan daya beli nyata banyak negara, Indonesia ditempatkan di urutan ke-7 dunia," ujar Prabowo.

Prabowo mengapresiasi daya kreatif para pengusaha UMKM dan petani yang dinilainya menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi nasional.

"Urutan ke-7, we are strong! Saya tadi liat di gerai-gerai di depan, kemampuan pengusaha-pengusaha bukan pengusaha besar, mampu bikin telur yang dikeringkan, bisa bertahan belasan bulan, tinggal dikasih air, jadi telor lagi. Pengusaha petani kopi udah ekspor kopi-kopi bagus, kita punya benih kopi di rawa, gambut. We are strong! Rich!" tuturnya.