Dari sisi keuangan, total aset ANTAM mencapai Rp 59,74 triliun per September 2026, naik 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 48,07 triliun. Ekuitas perusahaan juga meningkat 17% menjadi Rp 41,22 triliun dari sebelumnya Rp 35,20 triliun.

Kemudian, kas dan setara kas ANTAM tercatat sebesar Rp 10,54 triliun, meningkat 14% dibandingkan Rp 9,26 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp 5,06 triliun, naik 26% dari sebelumnya Rp 4,02 triliun.

Dari sisi operasional, ANTAM mencatatkan penjualan bersih pada Januari-September 2026 sebesar Rp 88,48 triliun, tumbuh 23% dibandingkan penjualan bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 72,03 triliun. Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp 83,86 triliun atau setara 95% dari total penjualan bersih ANTAM.

Produk emas menjadi kontributor terbesar dengan porsi 77% terhadap total penjualan Antam. Penjualan emas tercatat mencapai Rp 68,41 triliun, meningkat 17% dibandingkan periode Januari-September 2025 sebesar Rp 58,67 triliun. Dari sisi volume, penjualan emas tercatat sebesar 25.217 kilogram (kg), sedangkan produksi emas dari tambang perusahaan mencapai 634 kg.

Kemudian, dari segmen nikel mulai dari produk feronikel dan bijih nikel berkontribusi sebesar 19% terhadap total penjualan ANTAM. Pendapatan dari segmen nikel tercatat sebesar Rp 16,98 triliun, meningkat 52% dari capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11,15 triliun.