Dari sisi operasional, produksi bijih nikel, ANTAM mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt) sepanjang Januari-September 2026. Sementara itu, volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 10,73 juta wmt.

Produksi feronikel mencapai 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi). Adapun penjualan feronikel tercatat sebesar 13.971 TNi, melonjak 71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8.182 TNi.

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp 2,64 triliun, meningkat 35% dibandingkan Rp 1,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Produksi bauksit mencapai 2 juta wmt. Adapun penjualan bauksit meningkat 49% menjadi 1,64 juta wmt, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,10 juta wmt.

Pada produk alumina atau chemical grade alumina (CGA), produksi mencapai 153.399 ton, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 134.224 ton. Penjualan alumina juga meningkat 9% menjadi 146.642 ton dari sebelumnya 134.768 ton.