"Di Indonesia, konsumsi minyak sawit domestik hingga Juni 2026 tumbuh sekitar 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain ditopang kebutuhan pangan dan penyerapan biodiesel," tuturnya.

Dari sisi operasional, produksi CPO Astra Agro pada Semester I 2026 tercatat sebesar 558 ribu ton. Sementara itu, volume penjualan CPO dan produk turunannya mencapai 898 ribu ton, meningkat dibandingkan 883 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Transformasi untuk Menjaga Kinerja Jangka Panjang

Sejalan dengan tema 'Performing & Transforming Sustainability', Astra Agro menjalankan transformasi dengan berfokus pada dua fondasi utama, yakni plant dan people. Transformasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung pencapaian kinerja saat ini, tetapi juga memperkuat produktivitas, efisiensi, dan daya tahan bisnis dalam jangka panjang.

"Dari sisi tanaman, Perseroan melakukan percepatan proses replanting, dengan mempertimbangkan sisi kuantitas yaitu peningkatan hektar replanting dan dari sisi kualitas tanaman, Astra Agro menggunakan varietas bibit unggul yang dikembangkan oleh Research & Development Astra Agro," ungkapnya.

Pada 2025, Astra Agro telah merilis tiga varietas unggul baru yang memiliki ketahanan terhadap Ganoderma, yaitu DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, dan DxP AAL Sejahtera MRG. Tiga varietas ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun di masa mendatang.