Transformasi juga diperkuat melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional. Pada 2025, Astra Agro mencatat reduksi emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 35,69% dibandingkan baseline 2019, penggunaan energi terbarukan mencapai 92,3%, serta pemanfaatan limbah padat sebesar 100%.

Salah satu implementasi transformasi tersebut adalah pemanfaatan teknologi methane capture yang mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi biogas yang kemudian dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi terbarukan.

"Hingga Semester I 2026, tiga fasilitas methane capture Astra Agro di Riau telah menghasilkan pemanfaatan biogas sekitar 8,01 juta Nm³ sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 39.573 ton CO₂ ekuivalen," jelasnya.

Menurut Tingning, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan upaya meningkatkan kinerja bisnis dan menjalankan transformasi perlu dilakukan secara beriringan.

"Bagi kami, kinerja dan transformasi harus berjalan bersama. Peningkatan produktivitas, efisiensi sumber daya, pengembangan sumber daya manusia, serta pengelolaan lingkungan merupakan pondasi untuk keberlanjutan bisnis," tutup Tingning.