Dengan kondisi tersebut, margin laba kotor Phapros meningkat menjadi 50,4% pada semester I-2026 dari 48,0% pada semester I-2025.

Selain laba, posisi kas perusahaan juga meningkat. Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tercatat Rp 162,47 miliar, naik 215,6% dibandingkan Rp 51,49 miliar pada 30 Juni 2025.

Total aset Phapros per 30 Juni 2026 mencapai Rp 1,45 triliun, naik 4,66% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 1,39 triliun.

Phapros juga menyiapkan produk baru untuk memperluas portofolio. Produk tersebut berupa serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang ditujukan untuk membantu mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit dental atau gigi.

Produk tersebut melengkapi lini produk dental Phapros yang salah satunya terdiri dari Pehacaine, produk anestesi.

Saat ini produk baru tersebut masih dalam tahap persiapan produksi dan ditargetkan memasuki tahap komersialisasi pada kuartal IV-2026.