"Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan," ujar Intan sebagai penutup.

Selain pasar domestik, Phapros telah menjalankan bisnis ekspor sejak 2014. Saat ini produk Phapros telah diekspor ke Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini.

Produk yang diekspor tim redaksi lain analgesik, obat anti-TB, multivitamin, obat antimabuk perjalanan, dan antibiotik.

Pada kuartal III dan IV-2026, perusahaan berencana mengirim produk ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja. Nilai penjualan ekspor tersebut ditargetkan mencapai Rp 5 miliar.

"Ke depannya Perseroan terus mentargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon *buyer* dan penambahan lini produk".

Lihat juga Video: Perkapalan dan Data Center Jadi Emiten Primadona Saat Ini